TABIAT AIR
Beriak bulir membujuk batu-batu
Air selokan masih merajai senja ini
Merongrong tabiat luka-luka moksa

Padi terbit menyulam waktu
Samar-samar imaji berputar,
Memuja jernih air dalam bulir
Daun membaca asma tubuh
Satu jam angin mengaji sabda air
Dan kemarau hanya hiasan sabda arus
Mata sungai menyimpan ritus mutiara
Dibawakannya tabiat rima-rima nada
Terdiam air perih, tapi berlari air alibi
Selokan masih menyanyikan lagu waktu
Pohon-pohon duduk meraum tarian daun
Hanya air dan aku, berbicara tertawa ria.
Sumenep, 05 Juli 2021.
