AMSAL PANCAROBA

RITME NADI KEMARAU

saban hari denyut melaut ke pulau rasa
perahu layar membujuk aib gelombang
terombang-ambing mimpi batin puisi

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

kemarau merantau-rantau, berdenyut nadi
basah, tangis, nan tersungkur tabiat tafakur
bersulam terik mata cagak hari gejolak

dua puluh hari kita bersekutu dengan abu
tapal batas jantung meraung seliut gunung
: ritme hati menjadikan ekspresi yang alibi

walau saja kemarau tandang di dada batu
riak rindu bunga bersedekah senyum rayu
riadat sujud berkaca pada asa nan asma-Nya.

angin di kebun raban terjangkit wabah corona
berkabung setengah jam dalam lamun peristiwa
hingga Tuhan yang satu, terkepung linang watu.

Sumenep, 2021.

Tinggalkan Balasan