ANAK-ANAK YANG TAK LAGI BERMIMPI

Bangunjiwo, 2025.

ANAK-ANAK YANG TAK LAGI BERMIMPI

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Mereka tumbuh tanpa belajar mengeja kata “tenang.”
Langit adalah palu godam,
dan hari-hari adalah pecahan kaca
yang harus diinjak tanpa menangis.

Di jendela yang sudah tak berbingkai,
seorang anak menggambar matahari.
Tetapi warna kuning sudah habis,
dan tangannya gemetar saat mencoba mengingat
seperti apa bentuknya sebelum semuanya terbakar.

Ia bertanya pada ibunya:
“Apakah besok kita masih ada?”
Dan ibunya tersenyum,
seperti seseorang yang tahu jawabannya,
tetapi tak ingin mengatakannya.

Bangunjiwo, 2025.

MALAM YANG KEHILANGAN CAHAYA

Dulu, malam seperti tangan yang lembut,
menyembunyikan luka di balik sunyi.
Sekarang, malam adalah peluit panjang,
langkah sepatu di tikungan,
dan ketukan yang selalu berarti
ada yang tak akan kembali.

Di kota ini, gelap tidak berarti tidur.
Gelap berarti bertahan.
Gelap berarti berdoa tanpa suara,
karena bisikan pun bisa berubah
menjadi alamat bagi kematian.

Tinggalkan Balasan