Dan di sebuah rumah tanpa atap,
seorang anak menatap bulan yang kabur.
Ia bertanya dalam hati,
“Apakah Tuhan masih melihat kami?”
Bangunjiwo, 2025.

JIKA TANAH BISA BICARA
Tanah ini sudah terlalu lama berteriak.
Tetapi dunia sibuk dengan angka-angka,
dengan peta-peta yang diubah diam-diam.
Di sini, waktu hanya hitungan mundur.
Musim semi tak pernah selesai tumbuh.
Bayi-bayi lahir tanpa negara.
Dan kematian berjalan pelan,
seperti seseorang yang sudah hafal
semua alamat di kota ini.
Di sebuah gang yang sempit,
seorang ibu menatap langit.
Ia tahu, mungkin besok ia tak akan ada.
Mungkin tanah ini akan menelannya,
seperti ia telah menelan jutaan nama sebelumnya.
Tetapi ia tetap berdiri.
Sebab jika tanah ini bisa bicara,
ia akan berkata:
“Aku belum mati.”
Bangunjiwo, 2025.
Sumber ilustrasi: istock.
