Anak, antara Amanah dan Cobaan

Begitu pentingnya posisi anak, al-Quran tidak hanya membahas kewajiban anak kepada orangtua, namun juga kewajiban orangtua kepada anaknya. Dalam perspektif al-Quran, adalah anak adalah amanah bagi orangtuanya; ia sebagai generasi penerus, menjadi tabungan amal di akhirat, dan penghibur serta perhiasan dunia bagi orangtuanya.

Dalam Islam, anak adalah dzuriyyah, penerus keturunan bagi sebuah keluarga. Dan keluarga adalah satuan terkecil yang ditemui pertama kali oleh anak. Keluarga menjadi lingkungan sosial awal, pijakan dan landasan yang membentuk asal mula pemikiran anak. Di sini, orantua berkewajiban memberikan fondasi yang benar soal hubungan harmonis dengan Allah, hablumminallah. Landasan vertikal ini sangat diperlukan, karena untuk mengenalkan Allah sebagai Dzat yang disembah dengan konsep ketakwaan dan ketauhidan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Selanjutnya, adalah mengenalkan konsep hablumminannas. Orangtua berkewajiban untuk mengajarkan tata cara pergaulan, etika, adab, yang dilandasi rasa saling menghormati dan menghargai.

Agar anak menjadi “investasi” bagi keluarga, berikkutnya adalah memberikan dasar yang kuat untuk menghadapi tantangan zaman, dengan keutamaan dalam bentuk pendidikan atau mencari ilmu pengetahuan, wawasan, dan pengalaman. Dengan bekal ilmu yang dimiliki, diharapkan anak akan memiliki kepribadian yang baik dan unggul. Sang anak akan mengikuti dinamika zaman, namun tidak ikut tenggelam karena berbagai kerusakan moral.

Tinggalkan Balasan