Angpau Lebaran dan Pergeseran Maknanya

Namun jika kita perhatikan dengan seksama, makna itulah yang kini mulai bergeser. Di banyak keluarga, uang Lebaran tidak lagi hadir sebagai ekspresi spontan kasih sayang, melainkan telah berubah menjadi kewajiban sosial yang tidak tertulis. Orang dewasa yang tidak memberi dianggap pelit, jumlah yang diberikan menjadi bahan perbandingan, dan anak-anak pun mulai mengukur momen bersalaman dari seberapa tebal amplop yang mereka terima. Tradisi yang semula lahir dari ketulusan perlahan bertransformasi menjadi transaksi yang dibungkus nuansa hari raya.

Pergeseran ini semakin terasa di era digital. Kemudahan transfer uang melalui aplikasi perbankan membuat uang Lebaran kini bisa dikirim tanpa tatap muka, tanpa jabat tangan, dan tanpa momen kebersamaan yang menyertainya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sebuah survei daring yang dilakukan oleh Populix pada tahun 2023 mencatat bahwa sebagian besar responden generasi muda menganggap transfer digital sebagai cara yang sah dan praktis untuk memberi uang Lebaran. Praktis memang, tetapi ada yang hilang di sana: kehangatan sentuhan, tatapan mata, dan doa yang diucapkan langsung dari mulut ke telinga.

Tinggalkan Balasan