Azan dan Spiritualitasnya

Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda, “Tuhanmu takjub kepada seorang penggembala domba di puncak bukit gunung, dia mengumandangkan azan untuk shalat lalu dia salat. Maka Allah swt berfirman, ‘Lihatlah hamba-Ku ini, dia mengumandangkan azan dan beriqamah untuk shalat, dia takut kepada-Ku. Aku telah mengampuni hamba-Ku dan memasukkannya ke dalam surga,” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i). Dalam riwayat ini dijelaskan bahwa mengumandangkan azan akan diampuni dosanya.

Hadits lain menjelaskan, “Kami pernah bersama Rasulullah saw, lalu Bilal berdiri mengumandangkan azan. Ketika selesai, Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa mengucapkan seperti ini dengan yakin, niscaya dia masuk surge.” (HR. An-Nasa’i). Bagi orang yang mengumandangkan azan ada jaminan masuk surga. Atau juga seseorang mendengar azan, kemudian menjawab azan tersebut dengan keimanan, niscaya orang tersebut akan dimasukkan ke dalam surga.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Manfaat azan lainnya ialah di mana Allah di hadapan para malaikat akan membanggakan seseorang yang mengumandangkan azan. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An Nasa’i berikut ini, “Tuhanmu takjub kepada seorang pengembala domba di puncak bukit gunung, dia mengumandangkan azan untuk salat, lalu dia salat. Maka Allah SWT berfirman: “lihatlah hamba-Ku ini, dia mengumandangkan azan dan iqomat untuk solat, dia takut kepada-Ku, Aku telah mengampuni hamba-Ku dan memasukkannya ke dalam surga.” (HR. Abu Dawud dan An Nasa’i).

Nilai Spiritual Azan

Di dalam kalimat-kalimat azan ada keagungan, doa, dan pengharapan. Kalimat takbir, “Allahu Akbar” (Allah Maha Besar) adalah sebaik-baiknya kalimat yang akan memberikan pahala berlipat bagi orang yang membiasakan zikir dengan kalimat ini. Kalimat tahlil “Laailaaha illallah”” (tiada Tuhan selain Allah) juga sebagai zikir dengan timbangan pahala yang besar. Maka akan menjadi sebuah nilai spiritual bagi seseorang yang membiasakan diri dengan zikir ini.

Dakwah atau ajakan berbuat kebajikan, mengajak mengerjakan amalan salat, serta ajakan menuju kemenangan adalah sesuatu nilai spirit yang luar biasa. Maka sudah jelas bahwa di dalam azan terdapat luapan nilai spiritual yang akan semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah akan melahirkan nilai takwa, melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Maka akan sangat berpengaruh baik bagi seseorang yang membiasakan diri mengumandangkan azan.

Azan dengan beragam versinya, seperti yang terjadi Turki dalam artikel Dahlan Iskan, terkait dengan pandemi Covid-19, bahwa kalimat “Hayya ‘alasshalah” diganti dengan kalimat “Shalluu fi buyutikum,” (salatlah kalian di rumah masing-masing),tersebab oleh suasana darurat. Azan versi ini tidak terlalu mendapat apresiasi debat yang berlebihan. Tetapi di Indonesia hal seperti ini sepertinya tidak ada yang melakukan. Atau mungkin saja ada namun tidak terjadi viral.

Berbeda dengan azan versi jihad. Model ini mendapat banyak perhatian, dan menjadi viral dan bahkan membuat kegaduhan. Sebab, azan versi jihad ini terjadi oleh segelintir orang dengan kasus yang sangat personal. Mungkin saja tidak banyak pendukung dari azan versi ini, namun kalau dibiarkan, tanpa adanya intervensi pemerintah, bukan tidak mungkin akan terjadi kekacauan.

Tinggalkan Balasan