Bagaimana Ulama Salaf Menyikapi Perlakuan Buruk Orang Lain?

“Apakah jika aku meminta sesuatu kepadamu engkau akan memberikannya kepadaku?” tanya Syekh.

“Tentu, selama itu ada dalam kemampuanku.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Syekh berkata lagi, “Tetapi, pada hari kiamat jika engkau melihatku terbelenggu dengan rantai dalam keadaan digiring ke neraka dan aku meminta kepadamu satu kebaikan yang dapat menjadi sebab keselamatanku dari neraka, apakah engkau akan memberikan kebaikan itu untukku?”

“Tentu, Ayahku.”

Syekh lalu menandaskan, “Engkau berkata begitu sekarang, tetapi ketika engkau telah menyaksikan kengerian suasana hari kiamat, engkau hanya akan memikirkan keselamatan dirimu sendiri. Tetapi, si Fulan yang telah berbuat buruk kepadaku, ia akan memberikan berbagai kebaikannya tanpa kuminta, bahkan bisa jadi ia juga akan memikul sebagian dosaku dan mungkin pula ia akan memikul semua dosa-dosaku.”

“Oleh sebab itulah, aku memandangnya sebagai orang yang paling banyak berbuat baik kepadaku. Apakah engkau mampu berbuat baik kepadaku pada situasi dahsyat itu sebagaimana kebaikan orang tersebut kepadaku? Ibu dan ayahku pun tidak mampu begitu. Bukankah engkau juga demikian?” imbuh Syekh, sementara anaknya terus menunduk.

“Ya,” jawabnya pelan.

Tinggalkan Balasan