Bahtsul Masail: Laboratorium Intelektual Santri

Saya percaya, Bahtsul Masail tetap relevan sepanjang dijalankan dengan semangat itu: kebebasan intelektual yang berakar pada tradisi, sekaligus keterbukaan pada realitas kontemporer. Dari situlah santri bisa berkontribusi, tidak hanya pada lingkup pesantren, tetapi juga dalam percakapan intelektual umat yang lebih luas.

One Reply to “Bahtsul Masail: Laboratorium Intelektual Santri”

  1. Sebagai santri yang memilki metodologi musyawaroh dan bahtsul masail sangat terbantu dan terpengaruh oleh paradigma yang ada di kegiatan tersebut menjadikan akal ini tidak hanya selalu mengandalkan rasionalitas saja tapi ada yang jauh tidak dapat dijangakau oleh itu dan ini menjadi tradisi yang mengakar kuat dalam diri dan perilaku hingga kini saya percaya bahtsul masail dan musyawaroh adalah tradisi yang akan tetap masif ditengah perdaban yang sangat pesat ini sampai masa depan nanti.

Tinggalkan Balasan