Bahtsul Masail: Laboratorium Intelektual Santri

Di pondok pesantren, saya pernah hidup dengan tradisi yang sangat khas: ‘menelanjangi’ teks fikih abad pertengahan (turāṯ), menelaah kata demi kata, hingga mengurai logika penulis di balik setiap istilah. Tradisi ini melatih ketelitian dan kesabaran intelektual, meski terkadang terasa lambat dibandingkan dunia berpikir modern yang serba cepat.

Namun kini, ketika saya lebih banyak berkutat dengan logika berpikir formal dan isu-isu kontemporer, interaksi saya dengan turāṯ (khazanah klasik) pun berubah. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul biasanya langsung saya jawab dengan kerangka rasional: “Jawabannya begini, nanti cari di kitab sendiri.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

One Reply to “Bahtsul Masail: Laboratorium Intelektual Santri”

  1. Sebagai santri yang memilki metodologi musyawaroh dan bahtsul masail sangat terbantu dan terpengaruh oleh paradigma yang ada di kegiatan tersebut menjadikan akal ini tidak hanya selalu mengandalkan rasionalitas saja tapi ada yang jauh tidak dapat dijangakau oleh itu dan ini menjadi tradisi yang mengakar kuat dalam diri dan perilaku hingga kini saya percaya bahtsul masail dan musyawaroh adalah tradisi yang akan tetap masif ditengah perdaban yang sangat pesat ini sampai masa depan nanti.

Tinggalkan Balasan