Baridin dan Jaran Goyang

Perempuan itu perempuan yang pernah menolak cintanya Baridin, Ratmina. Dan hidupnya berakhir amat tragis. Ia meninggal sesudah bertemu Baridin di tengah sawah dan lelaki itu mengucapkan kekecewaan-kekecewaan. “Sekarang kau minta dinikahi. Mana Ratmina yang dulu mengaku dilamar pilot, pengusaha, orang gedongan itu? Baridinmu ini masih laki-laki miskin, tapi aku tak sudi menikahimu. Karena congkakmu ibuku mengusirku dari rumah. Untuk itu aku berpuasa 40 hari dan ingin membuatmu gila. Aku telah balas penolakan dan penghinaanmu waktu dulu. Sekarang hatiku lega. Permintaanmu tak akan banyak gunanya,” katanya keras-keras.

Mendengar itu, tiba-tiba tubuh Ratmina ambruk dihadapan Baridin. Laki-laki itu menunggu kalau-kalau Ratmina sadar kembali. Tapi ia tak bisa lagi bicara kepada Ratmina sebab wanita itu sudah mati. Ia tahu bahwa hatinya sudah lama hancur.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Isun iki aran Baridin

Urip menderita batin

Saban dina nyandang isin

Sesudah mengucapkan itu Baridin merasa lemas dan pengelihatannya mengabur. Tampak olehnya rumput hijau maha luas, burung-burung putih alit terbang dari utara, dan Ratmina memanggil-manggil namanya. “Tuhan, biarkan ini jadi cerita kami, aku akan bersamanya sampai mati.” Lalu angin berembus kencang, mematahkan ranting-ranting…

Maka yang terlihat Baridin adalah kebanyakan dari kita. Ia datang dari golongan bawah. Ia ingin menembus batas antara si miskin dan kaya. Tapi ternyata ia tidak bisa menyudahinya.

Ia bukan seorang suci yang bisa dengan mudah memaafkan segalanya. Ia masih bisa sangat kecewa, kehilangan harga diri, ketika cintanya ditolak, muncul perasaan sakit hati.

Begitulah kisah Baridin-Ratmina menjadi begitu masyhur di telinga orang pesisir Cirebon, Indramayu, Brebes, dan sekitarnya. Di awal tahun 1970 sampai pertengahan tahun 1990, orang masih banyak yang memutar kaset-kasetnya, masih jadi hiburan rakyat yang sangat disukai. Dan, kubur mereka, konon ada di Jagapura, Gegesik, 45 menit dari rumah, masih dikeramatkan.

Dan akhirnya apa yang kalian temukan? Ceritanya diulang-ulang, dan sebuah lagu dengan perasaan yang sama terluka, kemudian menyelinap ke dalamnya, tak henti diputar.

Apa salah dan dosaku, sayang?

Cinta suciku kau buang-buang

Lihat jurus yang akan kuberikan

Jaran goyang, jaran goyang

 

Dam dudidam, aku padamu, i love you

I cant stop loving you, oh, darling

Jarang goyang menunggumu

Tinggalkan Balasan