Bukan Sekadar Dagang
Artikel ini bermaksud melihat fenomena warung kejujuran ini tidak hanya sekadar aktivitas dagang semata. Namun, keberadaan warung kejujuran ini dalam prosesnya ternyata juga banyak mengedukasi kepada masyarakat luas, khususnya para musafir yang sempat singgah agar belajar tentang nilai-nilai kejujuran yang selama ini dipahami sebagai bagian dari ajaran Islam yang harus diterapkan.

Mengingat, di masa sekarang ini, nilai kejujuran nyaris kurang menjadi perhatian serius. Apalagi, belakangan ini gonjang-ganjing tentang ulah para birokrasi serta persoalan-persoalan prilaku yang kurang terpuji lainnya kerap menjadi sorotan dan juga menjadi perbincangan publik.
Sebut saja dugaan persoalan hukum yang sedang viral dan menjadi perbincangan terkait adanya praktik pencucian uang atau persoalan pamer harta dan kekayaan di lingkungan Kementerian Keuangan baru-baru ini. Tentu, persoalan-persoalan ini menjadi catatan serius terutama menyangkut nilai kekejujuran yang semestinya menjadi landasan dasar kalangan birokrasi kita.
Tentu, warung kejujuran yang berada di pelataran masjid di Leces, Probolinggo, ini adalah sebuah fenomena yang sungguh dapat memberikan edukasi tentang nilai kejujuran. Apalagi soal kejujuran ini dipahami sebagai fondasi dalam setiap aktivitas kehidupan kita. Tidak hanya aktivitas dagang, tetapi juga dalam aktivitas penyelenggaraan bangsa kita.
Edukasi Nilai Kejujuran
Warung kejujuran yang diinisiasi langsung oleh takmir masjid di Leces ini secara tidak langsung sesungguhnya dapat memberikan edukasi bagi masyarakat luas. Tidak hanya soal kegiatan dagang, namun praktik terhadap nilai kejujuran diterapkan secara langsung dalam aktivitas warung kejujuran ini.
