Penulis meyakini bahwa ajaran tentang nilai kejujuran ternyata tidak hanya bias ditransformasikan melalui meja belajar atau ruang pengajian-pengajian keagamaan semata. Akan tetapi juga dapat dilakukan melalui aktivitas dagang.
Islam sendiri menempatkan kejujuran sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan bersama. Disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad bahwa Jaminlah kepadaku enam perkara dari diri kalian, niscaya akan aku menjamin kepada kalian balasan surga: jujurlah saat berbicara, penuhilah janji, tunaikanlah jika dipercaya, jagalah kemaluan kalian, tundukkanlah juga pandangan kalian, dan tahanlah tangan kalian.

Dalam riwayat lain, sebagaimana dikisahkan oleh Bukhori juga diuraikan jelas bagaimana kejujuran itu sesungguhnya juga dapat memperoleh kebaikan. Dalam konteks ini pernah disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW bahwa orang yang jujur akan selalu memperoleh kebaikan. Sedangkan kebaikan yang paling agung dari kejujuran ialah balasan surga dari Allah SWT. Tersebut dalam hadis yang artinya “Sesungguhnya jujur ini membawa kebaikan dan kebaikan itu akan membawamu ke surga”.
Tulisan ini menempatkan warung kejujuran bukan sekadar aktivitas dagang. Namun, di balik aktivitas dagang ini, dalam praktiknya ternyata ada nilai kejujuran yang sedang diterapkan dalam setiap transaksi yang dilakukan. Inilah sebuah pengetahuan tentang kejujuran yang dapat dimengerti dan menggugah kesadaran keberagamaan kita, khususnya menyangkut nilai-nilai kejujuran yang selama ini seolah jauh dari perhatian kita.
Meskipun, dalam praktiknya, aktivitas dagang di warung kejujuran ini juga memang pernah ditemukan seorang pembeli yang kedapatan membayar barang namun dinilai kurang dari harga semestinya. Selain itu, juga kedapatan para pembeli yang membayar lebih dari harga yang telah dibandrol pada setiap barang.
Pengalaman ini, konon pernah diketahui oleh para pengelola warung berdasarkan pemantauan CCTV yang dipasang di areal warung. Namun, pengelola tidak menindak dan sebatas untuk mengetahui perilaku pembeli saja. Termasuk, sikap jujur pembeli yang juga tidak sedikit di antara mereka yang membayar lebih sebagai amal para pembeli untuk masjid. Pengelola warung menggunakan kelebihan membayar ini untuk tambahan kas masjid.
Dengan demikian, fenomena warung kejujuran yang berada di pelataran masjid di Leces ini sungguh memberikan edukasi nilai kejujuran yang sangat berharga. Apa yang sedang dijalankan oleh pengelola sesungguhnya dapat membuka kesadaran kita, bahwa kejujuran adalah nilai dasar yang harus menjadi pondasi dalam setiap aktivitas kehidupan kita.
