Beraksi di Depan Para Diplomat

Menjelang pukul 20.00 acara dimulai dengan sambutan dari Dubes RI untuk Takhta Suci Vatikan, Bapak Michael Trias Kuncahyono. Dalam sambutannya, Pak Dubes menyampaikan bahwa pagelaran ini bertemakan “suara perdamaian lintas iman”.

Tema ini mencerminkan adanya upaya membangun perdamaian dan persaudaraan lintas iman melalui budaya. Selain itu, pagelaran malam ini juga merupakan upaya untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Kami memiliki adat dan tradisi yang beragam. Ada ratusan etnis yang masing-masing memiliki seni budaya yang berbeda-beda. Kami merajut perbedaan ini dalam bingkai Pancasila,” kata Pak Dubes Trias Kuncahyono di hadapan para diplomat dan tamu undangan malam itu.

Pak Dubes juga memperkenalkan grup musik Ki Ageng Ganjur. Dijelaskan oleh Pak Dubes bahwa Ki Ageng Ganjur adalah suatu grup musik dari Yogyakarta yang mengkolaborasikan antara unsur etnis, tradisional, dan modern kontemporer, memadukan Barat dan Timur, serta menggabungkan berbagai genre musik dalam suatu komposisi.

“Ki Ageng Ganjur juga menggali beberapa unsur spiritual lintas iman dan mengekspresikannya dalam suatu komposisi musik,” demikian penjelasan Pak Dubes lebih lanjut.

Setelah sambutan Pak Dubes, acara pagelaran dimulai dengan dipandu oleh Al-Zastrouw, ketua rombongan yang sekaligus menjadi pimpinan Ki Ageng Ganjur. Mengawali pagelaran, Zastrouw mengajak hadirin menikmati suatu komposisi musik yang berjudul Night at Murcia.

Zastrouw menjelaskan, komposisi ini memadukan unsur nada Timur Tengah, gamelan Nusantara, dan jaz Barat. Komposisi ini ditulis oleh Dwiki Dharmawan, maestro musik jaz Indonesia, dan pernah dipentaskan di Spanyol. Penampilan pertama ini berhasil menarik perhatian penonton. Sambutan meriah diberikan saat komposisi ini selesai dimainkan.

Selanjutnya, Ganjur membawakan dua lagu berturut-turut dengan judul Gejolak Ekspresi”dan Lir-ilir. Zastrouw menjelaskan, lagu Gejolak Ekspresi merupakan komposisi perpaduan antara Melayu dan Timur Tengah. Lirik lagu ini berisi ajakan menunaikan ibadah, berserah diri pada Allah sebagai sarana mensucikan diri. Jika seseorang dapat berserah diri dan hatinya bersih, maka dia akan mendapat cahaya dari Tuhan sehingga hidupnya akan damai bahagia.

Aransemen lagu Lir-ilir dibuat dalam komposisi perpaduan Jawa, jaz, dan Bali. Syair lagu Lir-ilir berisi ajakan untuk berpegang pada ajaran agama Islam yang tertumpu pada lima prinsip dasar (rukun Islam). Barang siapa berpegang pada ajaran agama, maka orang tersebut akan bahagia hidupnya saat menghadap Tuhan Yan Maha Kuasa.

Tinggalkan Balasan