Kembali penonton dibuat tertegun dan kagum menyaksikan pagelaran Ki Ageng Ganjur malam itu. Mereka tertarik pada instrumen gamelan yang dimainkan Ki Ageng Ganjur yang dikolaborasikan secara blanded (menyatu) dengan nada-nada diatonis.
Setelah mengembara menjelajahi keindahan Nusantara, selanjutnya Zastrouw mengajak mereka menjelajahi dunia Barat melalui komposisi musik. Ganjur membawakan dua lagu berturut-turut. Pertama lagu Heal the World dari Michael Jackson dan lagu Italia berjudul Conte Partiro.

Saat kedua lagu ini dibawakan, semua hadirin seperti terhipnotis. Mereka ikut bernyanyi bersama dan bergerak mengikuti irama gamelan. Suasana menjadi gemuruh saat lagu Conte Partiro dibawakan. Hampir semua pengunjung yang ada di gedung auditorium KBRI ikut bernyanyi sambil menyalakan lampu flash HP. Mereka tertegun ketika lagu itu dibawakan dengan nuansa mocopat Jawa dan seriosa gregorian.

Setelah mengembara “dunia” Barat, pengunjung kembali diajak menjelajah alam Nusantara dengan menikmati lagu Indonesia. Kali ini Zastrouw memanggil ketiga romo untuk berkolaborasi membawakan lagu Damai Bersamamu karya Johny Sahilatua yang dinyanyikan Chrisye. Suara merdu para romo yang ditimpa gamelan kembali membuat decak kagum para penonton. Dari Nusantara pengunjung kembali diajak menikmati nuansa Barat melalui lagu Wind of Change koleksi Scorpion. Lagu ini digarap dalam komposisi Jawa dan pop.
Pada penampilan selanjutnya, Zastrouw memanggil para musisi dari Italia yang tergabung dalam kelompok “Gong Wishnu Swara” untuk berkolaborasi dengan Ki Ageng Ganjur. Mereka membawakan dua lagu, masing-masing Caping Gunung dengan komposisi aransemen jaz swing dan Jawa serta Perahu Layar dengan aransemen Pelog Jawa. Kedua lagu ini dinyanyikan oleh sinden dari Italia, dengan penabuh gendang dan bonang juga dari Italia.
Suasana kembali gaduh ketika Ganjur kembali menyanyikan lagu Italia Folare dengan aransemen regge sunda. Semua pengunjung yang ada di barisan belakang langsung berdiri dan bergoyang bersama.
Suasana benar-benar meriah saat lagu medley Nusantara dinyanyikan. Suatu komposisi yang memadukan beberapa lagu daerah dari Aceh sampai Papua. Saat lagu ini dinyanyikan, seluruh pengunjung yang dari Indonesia ikut bergoyang dan bernyanyi bersama. Lagu medley Nusantara menjadi penutup pagelaran.
Malam itu Ki Ageng Ganjur berhasil membawa suasana happy. Pesan perdamaian disuarakan melalui komposisi musik dan lagu yang mencerminkan dialog antarbudaya dan lintas iman. Melalui alunan lagi dan komposisi musik, emosi penonton diaduk-aduk dan diajak keluar menziarahi khazanah budaya Nusantara, Eropa, Amerika, dan Timur Tengah.
“Ini benar-benar luar basa, saya baru merasakan musik tidak sekadar entertain, tapi dapat menjadi instrumen dialog yang benar-benar menggetarkan emosi,” demikian kata seorang Romo dari Meksiko.
