Penguatan literasi juga dibutuhkan untuk melengkapi nalar kritis keberagaman dan nasionalisme. Literasi yang dimaksud di sini bukan sekadar membaca, namun literasi dalam bentuk gerakan semangat keilmuan, membangun pemikiran, cakap memanfaatkan teknologi (digital literacy), dan literasi sebagai gerakan untuk menjaga keutuhan bangsa.
Menurut Dr Sutejo, literasi adalah samurai utama perubahan. Dan berkat literasi, seseorang akan terus bergerak, berkembang, dan berefleksi. Semakin banyak literasi seseorang, maka semakin banyak pula jalan yang dimilikinya untuk memecahkan persoalan. Perspektif yang digunakan akan sangat beragam.

Buku ini menurut saya memiliki bahasa yang ringan dan cocok dibaca oleh anak muda terutama bagi mahasiswa. Membaca buku -bagi saya dan mungkin sebagian orang- merupakan sebuah kewajiban. Terlebih bagi yang pernah menempuh jenjang perkuliahan.
Selain bahasanya yang tidak terlalu berat, isi buku ini juga sangat bagus untuk menambah wawasan kita akan keberagaman. Meskipun berbentuk esai ringan, informasi dalam buku ini tetap disertai referensi yang cukup jelas. Penulisnya pun juga seorang pengajar di sebuah Universitas Islam di Indonesia.
Walhasil buku ini cocok untuk menjadi bacaan umat muslim yang ingin “berislam dengan santun”. Karena sarat akan wawasan keislaman dan wawasan kebangsaan.
Data Buku
