Kabar tersebut disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Joko Sutopo (Jekek), kepada wartawan. Dua pasien tersebut berjenis kelamin pria, A, 22, warga Kecamatan Selogiri dan M, 17, warga Kecamatan Jatisrono. Saat ini keduanya menjalani isolasi di RSUD Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.
Sebelumnya, juga ada enam orang kontak ustadz yang dinyatakan positif Covid-19. Berdasarkan penelusuran kontak (contact tracing), sebanyak 43 orang yang berkontak erat dengan ustadz positif Covid-19 di Wonogiri itu menjalani tes swab. Mereka terdiri dari keluarga, santri, dan masyarakat umum.

Kluster penularan di lingkungan pesantren juga terjadi di Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, yang merupakan pesantren Mbah Moen. Ini terjadi setelah salah putranya, KH Majid Kamil MZ atau Gus Kamil, yang meninggal pada Minggu (12/7/2020) akibat terjangkit virus Corona. Sejak itu, kegiatan di lingkungaan langsung dibatasi, dan dilakukan tes kesehatan terhadap santri.
Tunda Kembali ke Pondok
Di sejumlah pondok pesantren lain di beberapa daerah diketahui juga ada beberapa ustadz dan santri yang positif Corona. Merespons adanya kluster baru Covid-19 di lingkungan pesantren, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Masduki Baidlowi, mengatakan, perlu adanya kewaspadaan dalam hal pencegahan dan penanganan Corona.
“PBNU akan dalam beberapa hari ke depan akan keluarkan surat edaran dari PBNU untuk melakukan langkah-langkah agar pesantren tidak menjadi tempat penyebaran yang lebih luas,” ujarnya, Selasa (14/7), kepada wartawan. “Karena, belajar dari kasus selama ini, ada pesantren sudah jadi klaster penyebaran, ada enam pesantren, maka harus jadi kewaspadaan kita semua,” tambahnya.
