Berikut petikannya: Mandi kilat. Yang penting badan bau sabun, biar dikira baik-baik dirawat. Dandan cepat. Asal baju bersih dan lengkap menutup aurat. Rambut cukup diusap tangan sebab tak panjang-panjang amat. Bercermin sekejap, lihat-lihat barangkali masih ada kotoran mata menempel lekat. Jam setengah dua belas lewat detik keempat aku berangkat cepat. Takut tak kebagian tempat. Saat kututup pintu kamar seekor cicak dari sudutnya merayap, mendadak tanganku hangat. Ah, sialan, di gagang pintu ada tahi cicak melekat. Tentu saja tanganku terkena tahi cokelat. Bangsat! Harus membasuh dua kali lipat (hlm. 7).
Kisah pada paragraf di atas berakhiran “at”, dan kelanjutan kisah pada paragraf berikutnya berakhiran “ah”. Demikian kutipannya: Di luar panas sudah. Matahari telah naik melebihi sepenggalah. Aku berjalan lekas hingga terasa gerah. Sesampai di masjid masih belum banyak jamaah. Lalu aku cepat-cepat duduk sembari melepas lelah. Oh ya, sebelum duduk tentu saja aku shalat sunnah. Pengeras suara memutar rekaman tilawah. Jam dua belas lebih tiga menit setengah. Pak khatib mulai khotbah (hlm. 8).

Kisah menyebalkan yang terdapat dalam cerita ini terjadi secara beruntun. Mulai saat hendak menutup pintu, di gagangnya ada tahi cicak. Terus berangkat ke masjid di tengah terik matahari. Ditambah kemunculan lelaki berjenggot di masjid yang minta posisi duduknya digeser, padahal sudah sempit. Lalu si khatib yang berkhutbah tiga puluh lima menit belum juga selesai, sampai pantatnya mulai terasa panas. Yang disampaikan mengandung nada-nada politik, menyalah-nyalahkan pendapat yang tak sepaham dengannya. Kemudian lelaki berjenggot di sebelah kanannya yang tidur mendengkur seperti suara burung tekukur. Dan akhirnya saat hendak pulang dari masjid, sandalnya raib.
Masih banyak cerpen-cerpen unik dan menarik lainnya yang bisa disimak dalam buku ini. Secara umum, cerita-cerita dalam buku ini disampaikan secara luar biasa alias keluar dari kebiasaan. Namun kendati demikian, cerpen-cerpen karya Embah Nyutz tak layak diremehkan. Ia merupakan salah satu cerpenis yang mempunyai kekhasan dalam bercerita. Keunikannya adalah menempati ruang kosong cerpenis lain: menyindir tanpa menimbulkan marah.
Data Buku
Judul : Gusti Mboten Shareloc
Penulis : Embah Nyutz
Penerbit : Diva Press
Cetakan : I, Juli 2020
Tebal : 168 halaman
ISBN : 978-602-391-995-6
