Binatang Buas di Lembaga Pendidikan

Maksudnya, ketika siswa atau santri diperlakukan tidak semestinya oleh pihak lembaga, mereka harus menerima dengan lapang dada, sebab itu merupakan proses kedisiplinan, salah satu cara mendapat barakah, atau ilmu metafakta.

Sebaliknya, jika mereka melawan dan memberontak, mereka terancam akan dilabeli siswa yang tidak mau disiplin, tidak akan mendapatkan barakah dan ancaman-ancaman serupa yang sebenarnya artifisial.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Proses pembodohan ini mudah karena memang pihak siswa atau santri sejak awal dilemahkan sebagai objek yang dalam keutuhan nasib masa depannya berada di tangan lembaga. Mereka dipaksa tidak kritis. Mereka dipaksa sami’na wa atha’na dengan keyakinan yang diinstal dalam dada mereka bahwa apa pun yang dilakukan pihak lembaga kepada mereka adalah yang terbaik bagi mereka.

Sekali lagi kita sepakat tidak ada lembaga pendidikan apalagi pesantren yang mengizinkan atau mengajarkan anak didiknya menjadi homo homini lupus est. Jika kemudian fakta mengungkap bahwa kebuasan-kebuasan tersebut dari level mini hingga maksi biasa terjadi di lembaga tersebut, jelas perlu dievaluasi apakah itu karena pembiaran, pembodohan, atau hal-hal lain yang wajib dibenahi dalam jangka waktu sesingkat-singkatnya.

Tinggalkan Balasan