Sarang, salah satu kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, terkenal dengan sebutan kota santri. Di kota ini banyak pesantren yang berdiri di daerah pesisir pantai utara Pulau Jawa (Pantura) ini. Meskipun Sarang dikenal sebagai kota santri, tetapi pada umumnya pesantren-pesantren berdiri di Desa Karangmangu seperti, Pondok Pesantren (PP) Al-Anwar, PP Ma’hadu Ulum Asy-Syariyah (MUS), PP Ma’hadul Ilmi Asy-Syarie (MIS), dan masih banyak lagi.
Melalui perjuangan ulama Sarang tersebarlah tokoh-tokoh Islam di seluruh Indonesia yang juga lahir dari pesantren-pesantren tersebut. Berawal dari situ pula, Sarang menjadi kota yang terkenal di kalangan ulama, umara, maupun masyarakat.

Selain banyak pesantren berdiri di Desa Karangmangu, seiring berjalannya waktu, terdapat pesantren yang didirikan di Dusun Gondanrojo, Desa Kalipang yang masih termasuk wilayah Kecamatan Sarang. Pesantren yang berdiri di Desa Kalipang adalah PP Al-Anwar 2,3, dan 4.
Banyaknya santri yang mondok di pesantren tersebut membuat Dusun Gondanrojo menjadi sering dikunjungi orang (wali santri maupun tamu-tamu kiai) dan menjadi salah satu pusat menimba ilmu agama. Di balik semua itu, sebenarnya di Dusun Gondanrojo, Kalipang, Sarang juga terdapat fragmen sejarah keislaman masyarakat sekitar yang jarang diketahui orang.
