BLAGGUAN, 1993

BLAGGUAN, 1993
_____dari sebuah diskusi dengan M Farhan Ibadillah

Semisal kita tertidur di tanah luka Blangguan
Dan matahari menggigil di tahun 1993
Karena derita tercipta dari kabut harga
Pestisida dan pembasmi hama.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sementara malam mencair pada batang jagung
Bulan berduka, air matanya meleleh
Pada temaram bohlam

Kemudian di kepala kita lahir sebuah rusun:
Kematian adalah telapak tangan meraba tenggorokan
Saat orang-orang terkesima di subur ladang jagung
Dan ketika matahari terlempar
Dari kepak sayap kelelawar
Mereka hendak memetik waktu dari batang jagung itu
Namun ternyata harapan
Adalah kubur bagi masa depan

“Seperti menggali makam di negeri sendiri”

Begitulah sepanjang jarum jam memutar kefanaan
Jagung yang mereka tanam
Kering batangnya hanya untuk menggali mata mereka sendiri
Hingga darah-darah peradaban terkuras
Makin anyir dan panas!

Teater Alfatihah, 19-21 Januari 2024.

SENGKON

Kita sedang mendengarkan tembang maskumamabang
Angin tersedu dari tahun 1974
Suara kecapi menyatu dengan nyeri
Orang-orang nyinden dalam diri mereka sendiri
Kerena mesiu dan desing peluru
Adalah gemelan tiada henti ditabuh

Tinggalkan Balasan