Karena sejarah sudah terlalu sering mengajarkan kita: banyak kejahatan besar lahir bukan dari kebencian, melainkan dari kepalsuan yang disebut perdamaian. Jika damai harus dibayar mahal, tapi keadilan tetap ditunda, maka yang lahir bukanlah perdamaian—melainkan kompromi yang mengorbankan nurani.
