Board of Piece dan Diplomasi Transaksional “Quid Pro Quo”

Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat ini merupakan orkestrasi politik yang dangkal dan penuh dengan isu public distrust. Sulit rasanya membayangkan negara yang selama ini mem-back up Israel untuk menghancurkan tanah suci Palestina ikhlas menjadi pelopor perdamaian global. Sebab, AS yang merupakan negara yang selama ini sudah menyumbangkan puluhan bahkan ratusan miliar dollar AS untuk ‘meratakan’ Gaza rasanya sulit menjadi mediator antara Palestina-Israel. Trump sendiri menganggap hukum internasional hanya sebagai ‘catatan kaki’ belaka. Ada, tapi hanya sebatas di atas kertas.

Kebijakan politik luar negeri AS di bawah pemerintahan Donald Trump entah kenapa layak disebut bak kata pepatah ‘serigala berbulu domba’. Berpura-pura paling concern terhadap perdamaian, namun nyatanya menyembunyikan taring imperialisme dan kolonialisme di balik satu kata, yaitu ‘peace’.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Eksistensi BoP Trump sebenarnya bukanlah sebuah langkah strategis dalam membawa perdamaian. Ia dapat dibaca sebagai grand design neokolonialisme sistematis. Sebuah penjajahan gaya baru dengan dalih stabilisasi dan rekonstruksi menggunakan organisasi BoP sebagai tunggangan. Ujung-ujungnya, AS dan Israel akan menginfiltrasi lalu mengambil alih Gaza dengan cara soft power. Apalagi jika delegasi dan rakyat Palestina sendiri tak dilibatkan. Seandainya Palestina tunduk pada BoP, potensi mesjid Al-Aqsha berada di bawah kendali BoP sangat besar yang notabene dihuni oleh Amerika dan Israel.

Perdamaian yang dikompromikan dan dinegosiasikan pada hakikatnya bukanlah perdamaian nyata, melainkan perdamaian semu yang penuh dengan mens rea. Lebih tepatnya mens rea penjajahan gaya baru. Padahal, pembukaan UUD 1945 sudah menyatakan dengan gamblang bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Politik “quid pro quo” ala Trump

Sekarang bagaimana dampaknya terhadap Indonesia sendiri? Bergabungnya Indonesia sebagai bagian dari Dewan Perdamaian menimbulkan perasaan skeptis dari berbagai kalangan.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan