Buya Zamzami, Ulama dari Nagari Lasi

Setelah tiga tahun belajar di MTI, Buya Zamzami mendapat ijazah ‘Ali. Masih belum puas dengan ilmu yang didapatkan di MTI Canduang, Buya Zamzami berkeinginan menambah ilmu dengan mencari dan menemui ulama-ulama yang berkompeten. Untuk itu, ia melanjutkan kuliyah syariah di Bustanul Muhaqqiqin Malalo yang dipimpin Syekh Zakariya Labai Sati. Buya Zamzami belajar di sini selama 6 tahun.

Rupanya, selama belajar di Bustanul Muhaqqiqin Malalo, Buya Zamzami diketahui telah menguasai ilmu nahu dan saraf. Karena kemampuannya itu, meskipun masih tercatat sebagai pelajar, ia telah diberi kepercayaan untuk juga untuk mengajar. Artinya, selain belajar, ia juga mengajar.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Masa belajar di Bustanul Muhaqqiqin Malalo diselesaikan pada 1971, dan Buya Zamzami mendapatkan ijazah ‘Ali dengan nilai gemilang. Masih belum puas, dengan semangat tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat, Buya Zamzami melanjutkan pendidikan dengan menambah dan memperdalam ilmu ke Buya H Ruslan Nur Limbukan di Payakumbuah selama dua tahun.

Usai di Limbukan Payakumbuah, tepatnya pada 1973, Buya Zamzami mulai membagi ilmunya dengan mengajar di MTI Canduang sampai 1998. Di sela kesibukannya mengajar di MTI Canduang itu, pada 1992 Buya Zamzami juga mulai merintis pengembangan lembaga pendidikan sendiri, yaitu Ashhabul Yamin, di kampungnya sendiri, Nagari Lasi.

Tinggalkan Balasan