SIASAT DOPAMIN
malam itu
Dopamin memukul kepalaku berujung pingsan

dipapahnya diriku
melantunkan mantra-mantra yang tak kupahami maknanya
biarkan algoritma yang mengeja
dan situs-situs menemukan korbannya sekali lagi.
barangkali
bius dopamin berlipat-lipat
memaksa diriku menutup mata sepanjang hari
sementara
gadget mulai bosan
ingin melepas diri dari tangan.
hingga
Dopamin geram
melucuti pakaianku
agar aku hina di tubuh perempuan.
sepertinya,
hidup memang sebuah permainan.
2026.
CATATAN KEMATIAN
entah kapan ajal meriak di dada kita?
