Citra Dai di Era Digital

Media sosial yang seharusnya menjadi sarana menyebarkan nilai-nilai Islam yang mencerahkan, justru disalahgunakan sebagai ladang bisnis dan ajang eksistensi pribadi. Fenomena ini membuat banyak orang mulai meragukan keikhlasan dan kebenaran dari pesan-pesan agama yang disampaikan oleh para da’i di media sosial.

Tak heran jika muncul peringatan populer seperti, “Bijaklah dalam bermedia sosial.” Kalimat itu bukan sekadar slogan, tapi menjadi peringatan penting bagi kita agar tidak menelan mentah-mentah setiap konten dakwah yang kita lihat. Tidak semua yang berlabel “dakwah” di media sosial benar-benar berdiri di atas kaidah syariat yang sahih. Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk tabayyun—mencari tahu terlebih dahulu kebenarannya, apalagi di zaman yang serba cepat dan penuh rekayasa digital seperti sekarang.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Teknologi yang semakin canggih bukan hanya membawa kemudahan, tapi juga ancaman. Algoritma media sosial bekerja bukan berdasarkan kebenaran, tetapi berdasarkan apa yang ramai ditonton dan disukai. Akibatnya, tidak sedikit konten yang sengaja dibuat provokatif atau sensasional demi mendapatkan views, followers, dan popularitas. Dalam dunia seperti ini, siapa pun bisa terlihat “alim” jika pintar bermain kamera dan narasi.

Tinggalkan Balasan