Dakwah di Jalan Stoikisme

Popularitas stoikisme akhir-akhir ini membuktikan bahwa semua orang membutuhkan kekuatan spiritual untuk kekalutan hidup yang jauh dari hal-hal materi. Lain lagi saudara kita yang malah memangkas prinsip etika, berlogika dengan hasrat, sehingga yang tersisa hanya dirinya dan nama agamanya.

Stoikisme menawarkan cara bagaimana membaca kondisi, berpikir dan berperilaku dengan taktis. Dengan menyiasati gerak hatinya agar tidak terjebak pada emosi dan tidak bergantung pada selain kosmos. Artinya, tindakan dan perilaku adalah medium utama dalam mendemonstrasikan ajarannya tanpa harus menyalahi hal eksternal dari kodratnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dengan kata lain, Islam juga bisa cukup dengan fokus beribadah dengan sadar batasan diri, sabar, menguatkan iman, dan menghargai perbedaan juga akan mengantar agama pada puncaknya, terlebih itu sesuai dengan teks yang otoritatif.

Jadi bisa dikatakan, bahwa inang dari konflik agama adalah ketergesaan penganutnya, atau bahkan eksistensi pribadi dengan dalih dakwah. Sebab, pendakwah yang paham tugasnya, tentu tahu waktu dan batasannya.

Tinggalkan Balasan