Hal itu saja sudah menjadi kendala bagi kalangan dunia pendidikan karena kurangnya sarana dan fasilitas sekolah. Kini, diterapkan sistem baru lagi, yaitu sistem pendidikan jarak jauh. Hal ini banyak menuai perdebatan karena dianggap tidak efesien bagi pengajar maupun pelajar.
Banyak sekali tantangan yang harus mereka hadapi jika harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Memang benar hal ini dapat membuat kemajuan pada sistem teknologi yang ada di Indonesia. Tetapi bagaimana dengan sistem pendidikannya? Para pelajar mengalami kesulitan untuk menyesuaikan hal tersebut. Para pelajar dituntut harus tetap bisa menyerap materi yang diberikan. Dan para pengajar pun juga dituntut untuk bisa menyampaikan materi dengan maksimal kepada para pelajar.

Sistem pembelajaran online ini banyak mengundang keresahan dan banyak menimbulkan masalah baru. Untuk tetap bisa melakukan pembelajan online ini tentu kita harus memiliki fasilitas yang maksimal bukan? Contohnya seperti kuota internet yang mencukupi, jaringan yang memadai, dan gawai yang mendukung.
Bagaimana jika para pelajar tidak dapat memiliki semua fasilitas tersebut? Tentu para pelajar tidak akan maksimal dalam menerima materi. Di luar sana ada beberapa pelajar yang keluarganya berasal dari kalangan menengah ke bawah. Tentu mereka akan mengalami kesulitan, apalagi di masa pandemi Covid-19 karena banyak para pekerja yang terkena PHK. Demi terpenuhinya pendidikan anak, para orangtua rela menjual harta bendanya bahkan meminjam kepada tetangga.
Kini pemerintah telah berupaya dalam menunjang pendidikan para pelajar yaitu dengan memfasilitasi kuota gratis. Tetapi bagaimana jika hal tersebut malah menjadi sia-sia. Karena beberapa pelajar mengatakan bahwa mereka tidak dapat menerima materi dengan baik selama pembelajaran jarak jauh.
