Tetangga adalah orang-orang yang terdekat di lingkungan kita tinggal. Setiap kita keluar rumah, pastilah melewati rumah tetangga. Di saat membutuhkan bantuan, tetanggalah orang pertama yang diketuk pintunya dan memberikan pertolongan. Bukan saudara atau teman kerja yang tinggalnya jauh. Bahkan di saat ada yang meninggal dunia, bukan kerabat jauh yang diharapkan mengurus jenazah, tetapi tetanggalah yang dengan tulus bersegera menyelenggarakan pengurusan jenazah. Begitu mulia dan penting kedudukan tetangga.
Tetangga ibarat pengganti saudara kita yang tingalnya jauh. Jika suatu saat kita ditimpa musibah, siapakah yang akan segera menolong kita? Tentu tetanggalah yang lebih dulu memberikan pertolongan.

Begitu mulia dan penting posisi tetangga, Nabi Muhammad pun memberikan perhatian khusus bagaimana kita harus menjalani hidup bertetangga. Dalam satu hadits Nabi Muhammad bersabda, yang artinya: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah memuliakan tetangganya.” HR al-Bukhori).
Berdasarkan tuntunan Rasulullah, maka sebagai seorang muslim kita harus memiliki adab dalam menjalani hidup bertetangga. Adab dalam membangun kerukunan bertetangga setidaknya mencakup hal sebagai berikut: pertama, saling menasihati. Sebagai sesama manusia, seperti kita juga, tetangga tentu tidak lepas dari salah dan dosa. Karena itu, jika tetangga kita berbuat salah hendaknya kita memberi nasihat dengan cara yang baik, agar tidak terjadi salah paham. Pilihlah kata-kata yang pas sehingga tidak menyakiti hati tetangga.
