Dari Diskusi Buku Kritik Sastra Poskolonial

Di sisi lain, ekokritik dianggap terasa dekat dengan khazanah lokal Nusantara yang kaya akan mitologi dan kosmologi yang berakar pada kesadaran ekologis. Melalui ekokritik, sastra Indonesia memperoleh medium untuk menegaskan kembali kearifan lingkungan yang nyaris terlupakan, mempertemukan wacana global dengan ingatan lokal.

Teori kritik poskolonialisme, menurutnya, tumbuh di negara-negara bekas jajahan sebagai bentuk perlawanan intelektual terhadap dominasi budaya kolonial. Sementara itu, ekokritik hadir untuk menggeser cara pandang terhadap alam dalam sastra; alam tidak lagi sekadar latar belakang, melainkan entitas yang memiliki posisi politis dan ideologis setara dengan manusia, bahkan dapat menjadi pusat perhatian dalam teks.Jamal juga menegaskan, pemikiran Yusri Fajar ini menjadi refleksi penting di tengah isu-isu ekologis global yang mendesak.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Selain dua teori tersebut, diskusi juga menyinggung gastrokritik, yaitu konsep yang memandang penting kuliner dalam karya sastra. Gastrokritik, yang lahir dari kajian interdisipliner, bertujuan mengevaluasi, menganalisis, dan melestarikan kekayaan kuliner nusantara melalui karya sastra, sehingga sastra dipahami tidak hanya sebagai teks tertulis, melainkan juga sebagai ruang pelestarian budaya.

Tinggalkan Balasan