Kelas literasi ini menghadirkan penyair Mahwi Air Tawar sebagai pemateri. Sastrawan asal Madura ini berbagi pengalaman serta proses kreatif dalam menulis puisi kepada para peserta.
Dalam sesi tersebut, Mahwi tidak hanya memaparkan materi mengenai teknik dan pendekatan kreatif dalam penulisan puisi, tetapi juga mengajak peserta untuk langsung mempraktikkan menulis. Para peserta diminta membuat puisi dengan tema Ibu, Ramadan, dan Lebaran. Tema-tema itu dinilai dekat dengan pengalaman sehari-hari sehingga memudahkan penulis pemula mengekspresikan gagasannya dalam bentuk puisi.

Menurut Mahwi, langkah paling sederhana bagi penulis pemula untuk mulai menulis adalah dengan mengenali serta menggali pengalaman yang berada di sekitar kehidupan mereka. Dari pengalaman yang akrab dan sederhana itulah, puisi dapat lahir sebagai ungkapan yang jujur, peka, dan memiliki kedalaman makna.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang belajar bersama bagi mahasiswa yang tertarik pada dunia literasi dan kepenulisan. Penyelenggara berharap kelas menulis semacam ini dapat terus berlanjut sebagai ruang kreatif bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan menulis sekaligus memperkaya tradisi literasi di lingkungan kampus.
