Audiensi itu bukan sekadar pertemuan formal. Ada perjalanan panjang yang dibawa GPS ke dalam ruangan tersebut—perjalanan lebih dari tiga tahun sejak gerakan ini dimulai pada Maret 2023. Selama kurun itu, GPS telah membantu hampir 50 seniman yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Di balik angka tersebut terdapat kisah-kisah kehidupan: seniman yang menghadapi kesulitan, tetapi tetap berusaha menjaga nyala kreativitasnya. Bagi GPS, penghargaan kepada seniman tidak cukup diberikan ketika karya mereka tampil di panggung atau mendapat tepuk tangan. Kepedulian justru menjadi lebih berarti ketika hadir pada saat seorang seniman membutuhkan dukungan.

Perjalanan GPS selama lebih dari tiga tahun menjadi bukti bahwa solidaritas antarseniman dapat tumbuh menjadi gerakan nyata. Gerakan yang tidak sekadar berbicara tentang seni, tetapi juga tentang martabat dan keberlangsungan hidup para penciptanya.
