Dari Webinar Islam Nusantara Unisia

“Kalau dikaji secara diakronis, Islam Nusantara adalah fakta-fakta historis antropologis,” katanya.

Islam Nusantara juga mengakomodasi dimensi sinkretik. Jika ada orang yang mengatakan bahwa Islam Nusantara adalah nonsense, maka tradisi-tradisi lokal juga harusnya dianggap nonsense. Sebab, menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari istilah tersebut.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ia mencontohkan, dayah yang memang pada asalnya dari zawiyah, tetapi memiliki nilai keunikan tersendiri.

Lebih dari itu, Fasya melihat bahwa kehadiran istilah Islam Nusantara merupakan upaya untuk melakukan perlawanan terhadap wacana orientalisme dalam arti mengonstruksi Timur. Istilah itu juga menolak dari Eropa karena melihat dunia Islam sebagai the other worlds, sebuah model untuk keluar dari pekerjaan Barat yang terus-menerus menilai dunia Islam itu secara politis dan tidak sesuai dengan cara pandang Barat.

Tinggalkan Balasan