DI NEGERI PERAWAN

TERAKHIR KALI

Terakhir kali kumembaca malam
Tak kutemukan bintang-gemintang
Sebab, bulan melarangnya datang

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Terakhir kali kumengeja berita
Tak kutemukan cerita-cerita kejam
Sebab, para penguasa menutupinya

Terakhir kali kumengamati cuaca
Tak kutemukan embun berkilau
Sebab, hujan menyeretnya

Pamekasan, Madura 2024.

DI NEGERI PERAWAN

Wanita itu,
Baru saja keluar dari rumahnya
Menjajakan suara dan tubuhnya
Kepada tuan-tuan berkepala uang dan harta
Agar anak dan suami bisa makan leluasa

Wanita itu,
Baru saja keluar dari rumahnya
Meminta keadilan Tuhan dan negara

Siapa yang harus disalahkan?
Apakah suaminya yang pengangguran?
Apakah negara yang tak memberinya makan?
Apakah Tuhannya yang menciptakan?
Atau justru, dirinya yang kelewatan?

Wanita itu,
Baru saja keluar dari rumahnya
Menggandeng tas berisi udara
Mengutuk dirinya -keras kepala
tetap menjajakan tubuhnya, meski hujan mencegahnya

Wanita itu,
Baru saja keluar dari rumahnya
Di ujung jalan, saat hujan
hanya dia dan tiang listrik menggigil -kedinginan

dia terus berjalan,
Tetiba saja bibir minornya mencium aspal jalan,
Dia tersungkur, memandang langit kelam

Tinggalkan Balasan