Di tengah hujan yang menyebalkan, wanita itu bicara kepada Tuhan
“Tuhan, kami lebih perlu pada tuan-tuan kaya daripada Tuhan sepertimu….”

“Jika memang engkau benar, tunjukkan kami keadilan, agar tak ada lagi tuan-tuan yang kami tuhankan!”
Wanita itu,
Baru saja keluar dari rumahnya
di tengah jalan, ia kembali lagi,
Selang beberapa saat, telah pergi.
Pamekasan, Madura 2024.
MENEMUKAN-MU
Aku terbujur kaku di kaki langit
MencariMu yang tak kunjung menemukanku
Aku berlari menerabas hujan,
Berharap masih ada sisa cahaya
Akhirnya,
Kududuk sempoyongan
Menerpa kiblat menghayatkan
Dengan asmaMu kubasahi lisan
Berharap tubuh lusuh ini tiba di tujuan
Sebelum gelap menggulung malam, sebelum lelap membuka mimpi.
Aku ingin leluasa dengan diriku, menggerai tubuhku lebih dalam
