CERMIN RETAK
Di cermin itu
Aku sering berkaca
Melihat wajah-wajah bening berkilau
Dari cermin itu
Sering terlihat cahaya yang teduh penuh ketulusan

Banyak orang datang ke cermin itu
Utuk melihat wajah mereka telanjang
Ada juga yang sekedar ingin merasakan cahaya teduh yang terpancar
Kini
Cermin itu terlihat retak
Entah tangan jahat mana yang membelahnya
Berkeping-keping, berserakan di lantai sejarah
Dipungut anak-anak zaman
Dengan serpihan itu
Mereka saling tikam
Berebut kebenaran
Seperti Bharata Yudha di Padang Kurisetra
Aku terpana melihat wajah terbelah
Di cermin retak tanpa cahaya
Sekelebat bayangan resi Durna
Meregang gendewa, sambil menimang Para Kurawa
Di balik jubah sucinya yang agung
