Yang terakhir adalah untuk nilai A. Nilai tertinggi ini akan diberikan pada tugas kuliah yang dimuat di media online melalui proses moderasi, kurasi, atau editing, dan berhonor. Artinya, tiap tulisan yang lolos kurasi dan kemudian dirilis, ada honornya.
Di kalangan kampus, situs www.duniasantri.co masuk dalam kategori ketiga ini. Tiap tulisan, selain dimoderasi atau dikurasi, juga berhonor. Karena itu, jika tugas kuliah seorang mahasiswa dimuat di duniasantri.co, maka ia akan memperoleh nilai A. Itulah kenapa www.duniasantri.co kini juga menjadi rujukan mahasiswa untuk memublikasikan tugas-tugas kuliah mereka.

Tren ini sebenarnya sudah mulai muncul sejak tiga tahun lalu. Yang terlacak, yang pertama menerapkan sistem seperti ini adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Disusul kemudian Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta. Tak lama kemudian, hal serupa diikuti kampus-kampus lain dari berbagai daerah, mulai Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Di Jawa Timur, misalnya, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar juga mengikuti pola ini.
Itulah kenapa, dalam tiga tahun terakhir, yang registrasi untuk menjadi kontributor/penulis di duniasantri.co bukan hanya kaum santri, tapi juga datang dari para mahasiswa berbagai perguruan tinggi dari berbagai daerah. Tentu, terutama dari perguruan tinggi berbasis keagamaan/keislaman.
Lalu, apakah semua tugas kuliah para mahasiswa yang disubmit ke duniasantri.co itu lolos kurasi dan dirilis? Jawabannya sudah bisa ditebak: tidak! Bahkan, persentasenya cenderung kecil. Mungkin hanya 2-3 berbanding 10. Kenapa demikian? Banyak faktornya. Tapi hanya beberapa yang bisa disebut di sini.
