Beberapa bulan lalu, ada seseorang yang mewakili atau diutus oleh seseorang untuk mengajak kerja sama dengan jejaring duniasantri. Tujuan dari kerja sama itu untuk membantu akselerasi pengembangan duniasantri di bidang literasi. Mulia bukan?
Kerja sama itu akan diawali dengan penerbitan sebuah buku. Buku yang hendak diterbitkan itu sudah siap naik cetak. Sudah dalam bentuk mock up. Dana yang lumayan besar untuk penerbitan buku itu dan program akselerasi literasi duniasantri sudah disiapkan. Yang belum tinggal nama penerbitnya. Si pembawa pesan menginginkan nama penerbitnya adalah jejaring duniasantri. Artinya, si pembawa pesan hanya ingin meminjam nama jejaring duniasantri untuk dijadikan sebagai penerbitnya. Tinggal menunggu “ceklekan” suara stempel jejaring duniasantri, semua akan berjalan lancar.

Saya, yang harus ikut berada dalam pusaran pembicaraan rencana kerja sama itu, meminta mock up bukunya. Begitu melihat sampulnya bergambar sosok tokoh yang diusung sebagai bakal calon presiden oleh partai politik, dan judulnya memamerkan kehebatan sang tokoh tersebut, spontan saya menggelengkan kepala: Tidak!

Semangat, pengurus JDS semua
Alhamdulillah tercerahkan, Gus.