Ekologi Bahasa Puisi

Kesengajaan membuat puisi mbeling adalah sebuah keniscayaan bagi penyairnya. Artinya, penyair benar-benar sadar ingin membuat sebuah puisi dengan cara yang diinginkan. Bukan sebuah kebetulan dan apalagi ketidaksengajaan. Hal ini akan bernilai ilmiah dan logis, karena sebuah kesengajaan merupakan tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan diksi yang dibangun di atas “kesalahan” karena tidak cermat dalam menekan key board (misalnya), maka hal demikian adalah kesalahan yang diperlukan perbaikan.

Kebebasan Bermartabat

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Berpuisi akan memiliki nilai sesuai dengan niat, maksud, dan tujuannya. Begitu juga dengan sesuatu yang timbul dari rangkaian kata puisi, apakah dapat memberikan nilai kebaikan atau sebaliknya. Sebab kalimat-kalimat puitik, sebagaimana karya sastra dan literasi lainnya, memiliki nilai positif dan negatif. Ada puisi yang mendorong kepada kebaikan, dan ada juga puisi yang menimbulkan keburukan (jika tidak ada, berarti belum dibuat, dan jangan sampai dibuat).

Puisi bermartabat adalah rangkaian kata puitik yang memiliki keindahan sekaligus kebermaknaan. Indah yang tidak bermakna adalah puisi yang bernilai kurang. Demikian juga, bermakna tetapi tidak indah adalah puisi yang gersang, tidak memiliki nilai estetika yang seharusnya harus ada di dalam perpuisian. Bermartabat artinya memiliki tingkat kemanusiaan serta harga diri puisi yang dapat digunakan sebagai nilai-nilai sosial keadaban.

Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai sebuah justifikasi. Karena hakikat kebenaran dan kesempurnaan hanya milik Tuhan. Sementara kita, khususnya penulis sendiri, adalah kemajemukan dalam kebersamaan. Bersama-sama untuk membangun khazanah keilmuan demi kebenaran. Bukan kebenaran an sich, akan tetapi kebenaran yang ilmiah dengan logika kaidah ekologi kebahasaan.

Terbaik dari sebuah kebaikan adalah belajar sepanjang hayat. Artinya, dengan diskusi kecil (baca: santai, tanpa diiringi baper apalagi emosional) kita dapat mengambil hikmah sebagai sebuah pengetahuan. Kita akan semakin ditempa dengan pengalaman, diskusi, perdebatan yang baik, maupun dengan cara menulis sebuah naskah tulis. Puisi adalah bagian dari disiplin ilmu yang perlu dipelajari dan dikembangkan demi kemaslahatan. Artinya, puisi yang dicipta harus memiliki kebenaran, estetika, kemaslahatan, dan etika ekologi bahasa. Wallahu A’lam! 

Tinggalkan Balasan