Dalam pandangan Marx, manusia tidak hanya eksis sebagai individu, tetapi juga sebagai bagian dari kelas sosial yang ditentukan oleh hubungan produksi. Hal ini menunjukkan bahwa eksistensi manusia sangat terkait dengan perjuangan kelas dan dinamika kekuasaan dalam masyarakat.
Sementara itu, Erich Fromm menawarkan perspektif yang berbeda dengan menekankan pentingnya kebebasan dan kesadaran manusia dalam membentuk eksistensi mereka. Fromm berargumen bahwa manusia memiliki potensi untuk hidup secara autentik dan bebas, tetapi sering kali potensi ini terhambat oleh struktur sosial dan ekonomi yang menekan.

Menurut Fromm, manusia harus mampu mengembangkan kesadaran diri dan mengambil tanggung jawab atas pilihan-pilihan hidupnya untuk mencapai eksistensi yang lebih otentik dan bermakna. Dalam konteks ini, Fromm melihat bahwa manusia memiliki kemampuan untuk membentuk dirinya sendiri dan masyarakat melalui pilihan-pilihan sadar dan tindakan yang bertujuan.
Kedua perspektif tersebut menawarkan wawasan yang berbeda namun saling melengkapi tentang eksistensi manusia. Marx menekankan peran struktur sosial dan ekonomi, sementara Fromm menyoroti pentingnya kebebasan dan kesadaran individu.
