Dalam mengkaji eksistensi manusia, penting untuk mempertimbangkan baik struktur eksternal yang mempengaruhi kehidupan manusia maupun kapasitas internal manusia untuk membuat pilihan dan bertindak secara sadar.
Dengan demikian, memahami eksistensi manusia membutuhkan analisis yang mencakup dimensi sosial, ekonomi, dan psikologis. Manusia sebagai khalifah di muka Bumi, seperti yang digambarkan dalam ajaran Islam, tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk mengelola alam, tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang adil dan berkelanjutan.

Dalam hal tersebut, perspektif Marx tentang perjuangan kelas dan Fromm tentang kebebasan dan kesadaran dapat menjadi landasan untuk memahami bagaimana manusia dapat memenuhi peranannya sebagai khalifah dengan lebih baik, baik dengan mengatasi ketidakadilan sosial maupun dengan mengembangkan potensi diri secara penuh.
