Filsafat, Industrialisasi, dan Relevansi yang Dipertanyakan

Sebagai contoh, perdebatan tentang etika kecerdasan buatan (AI Ethics) dalam teknologi modern kini menjadi perhatian global, karena menyangkut hak, keadilan, dan tanggung jawab sosial yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan coding atau data science. Universitas Stanford dan MIT bahkan telah menjadikan filsafat etika sebagai bagian integral dalam kurikulum teknik dan AI (Walch, 2019).

Industrialisasi dan Reduksi Nilai Ilmu

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Masalah utama muncul ketika pendidikan direduksi menjadi sekadar alat industrialisasi. Padahal, pendidikan tidak hanya bertugas menghasilkan pekerja, tetapi juga mencetak manusia yang berpikir kritis, etis, dan visioner. Jika semua jurusan dituntut untuk mencetak produk yang “tangible” dan dapat diperjualbelikan, maka kita akan kehilangan akar epistemologis dari ilmu pengetahuan itu sendiri.

Senada dengan itu, Martha C. Nussbaum dalam bukunya Not for Profit: Why Democracy Needs the Humanities (2010) mengingatkan bahwa menghapus atau meremehkan humaniora seperti filsafat adalah “sebuah bencana yang tertunda” bagi masyarakat demokratis. Karena filsafatlah yang melatih daya nalar, empati, serta tanggung jawab moral dalam pengambilan keputusan publik.

Konsekuensi Diskursus Populer

Tinggalkan Balasan