Pada akhirnya, semua khazanah Jawa bermuara pada ungkapan “ngelmu kelakone kanti laku.” Dalam proses ini, rasio tidak mendapatkan tempat prioritas karena proses ini harus dijalani secara eksistensial lewat laku dan bersifat transendental.
Pada akhirnya, semua khazanah Jawa bermuara pada ungkapan “ngelmu kelakone kanti laku.” Dalam proses ini, rasio tidak mendapatkan tempat prioritas karena proses ini harus dijalani secara eksistensial lewat laku dan bersifat transendental.
Jumat (16/10/2026) besok, jejaring duniasantri (JDS) akan menggelar Temu Sa...
MEMBACA Ikan-ikan di kepalaku mulai berenang Menggerakkan sirip-sirip keing...
Sorry. No data so far.