Filsafat Jawa: dari Kentut Semar hingga Nawaruci

Pada akhirnya, semua khazanah Jawa bermuara pada ungkapan “ngelmu kelakone kanti laku.” Dalam proses ini, rasio tidak mendapatkan tempat prioritas karena proses ini harus dijalani secara eksistensial lewat laku dan bersifat transendental.

Tinggalkan Balasan