Berdasarkan data Global Terrorism Index (GTI) 2020, Indonesia berada di peringkat empat di Asia Pasifik yang paling terdampak terorisme. GTI menyebutkan ekstremisme agama menjadi faktor pendorong serangan teroris di beberapa negara dunia, seperi Pakistan, India, Indonesia, Filipina, dan lainnya.
Peran Internet

Keberadaan Internet menjadi bagian penting bagi manusia dalam membentuk peradigma berpikir, perbuatan, perilaku, dan kebutuhan dasar hidup. Aksi terorisme dan bom bunuh diri sering menggunakan teknologi mutakhir dengan berbagai jejaring sosialnya.
Media berbasis Internet mengambil porsi dan peranan yang sangat besar dalam memberikan informasi kepada publik, terutama kaum muda terhadap ideologi radikal. Fakta bahwa organisasi yang terafiliasi dengan ideologi teroris telah memanfaatkan teknologi untuk memudahkan dalam menyebarkan propaganda dan merekrut anggota potensial melalui Internet.
Di sisi lain, media berbasis Internet juga memegang peran kunci dalam menangkal dan memberikan informasi ke publik terhadap isu-isu radikalisme. Sehingga masyarakat dapat melakukan tindakan pencegahan berkembangnya gerakan-gerakan ekstrimis. Memberikan pemahaman Islam moderat untuk membendung derasnya ideologi radikalisme yang mengancam kebhinnekaan.

Terorisme adalah paham yang akan melebur gerakannya dalam ruang-ruang yang selalu berkembang, begitu juga terkait medsos yang siapapun punya saaat ini.
Semoga kita semua diselamatkan dari paham-paham yang merugikan kemanusiaan kita.