Gesekan Biola yang Menggetarkan Hati

Lelaki tua penarik becak langsung memberikan uang lima puluh ribuan pada pemain biola tua. Dia juga mengambil uang lima puluh ribuan dari pendapatannya menarik becak.

“Alhamdulilah, saya juga dapat dua ratus enam puluh ribu dari ongkos narik becak.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Allah mempermudah jalan kita menuju surga-Nya ya Mas Kas!”

“Aamiin.”

Seteleh keduanya memasukkan uang lima puluh ribuan ke dalam saku celana masing-masing, penarik becak tua itu menggabungkan uang mereka berdua dan menyerahkan ke Mbak Teller yang sedari tadi memperhatikan.

“Tolong transfer ke yayasan seperti biasa ya!” ujar tukang becak tua sambil menyerahkan uang.

“Tapi yayasan itu sudah ditutup, dibekukan oleh pemerintah!”

“Lah kenapa?” tanya dua lelaki tua itu nyaris bersamaan.

“Ada penyelewengan dana oleh pengurusnya, mereka hidup bermewah-mewah dari donasi yang bapak sumbangkan!”

“Astagfirullah!” ucap kedua lelaki tua itu.

“Bagaimana ini Mas Kas, kita menyumbang bukan sekedar ingin mendapat pahala, tapi berharap uang yang kita sumbangkan bermanfaat juga untuk sesama juga!” ujar pemain biola.

“Apakah mbak punya yayasan lain untuk kami menyalurkan donasi?” tanya penarik becak pada Mbak Teller.

“Oh ada pak, ini yayasan yang insyaallah amanah, bergerak di bidang kemanusiaan, pembangunan pesantren, dan beasiswa,” kata Mbak Teller sambil memberikan brosur.

Lelaki tua penarik becak membacanya sejenak. “Iya ke sini saja!” ucapnya singkat.

Tinggalkan Balasan