Giliran Pesantren di Banyuwangi Jadi Kluster Baru Corona

“Kami tidak menutup-nutupi. Covid-19 ini bukan aib, dan bisa disembuhkan,” katanya. Selanjutnya ia menjelaskan, ada beberap langkah yang diambil pondok pesantren. Yang pertama, santri positif dengan gejala agak berat langsung dipisahkan dengan santri positif Covid-19 tanpa gejala. Yang kedua, santri yang hasil swabnya negatif juga dipisahkan. Sementara santri positif tanpa gejala isolasi mandiri,” kata Nihayatul Wafiroh yang juga anggota DPR RI ini.

Pihak pondok, menurutnya, telah menyiapkan tiga tempat untuk isolasi, masing-masing untuk isolasi santri putri yang reaktif, santri putra sakit yang non-reaktif, dan santri putri sakit yang non-reaktif. Pihak pesantren juga terus melakukan pelacakan kepada santri-santri yang pernah berhubungan atau berkomunikasi secara langsung dengan mereka yang terkonfirmasi positif untuk dilakukan penindakan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pada bagian lain Nihayatul Wafiroh menjelaskan, setelah adanya kasus Covid-19 ini, pihak pondok langsung melakukan pengetatan pada aktivitas di lingkungan pesantren, seperti penutupan kunjungan ke masyayikh dan pengasuh serta ziarah ke makam. Selain itu, pesantren juga tidak mengizinkan wali santri membawa pulang anak-anaknya. Keputusan ini demi mencegah persebaran Covid-19 lebih luas lagi.

“Memohon maaf sebesar-besarnya, seluruh santri dilarang untuk dibawa pulang. Kami mohon maaf sekali untuk keputusan ini. Pasti ini berat buat bapak ibu, berat juga buat kami. Tapi ini harus kita lakukan untuk meminimalisasi penyebaran Covid,” katanya.

Tinggalkan Balasan