Gus Mark

Dulu dia lupa bahwa tidak ada permasalahan yang terbentuk tanpa penyelesaiannya. Dan kita diberi napas untuk mengambil jeda, menjernihkan nalar, dan melonggarkan rongga dada. Khoid kembali dengan semua hiruk pikuknya. Pada kesekian purnama Khoid kembali hanya menatap langit yang gelap. Bintang-bintang terlihat samar, dan rembulan sesekali diselimuti awan yang sedang lewat. Lalu di beberapa menit kemudian kembali memantulkan cahaya mentari yang dititipkan padanya saat malam hari. Tapi sekarang Khoid menerimanya denga dada yang lapang.

Tinggalkan Balasan