Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta Dr Abdul Ghofar, MBA, mengucapkan terima kasih kepada Seknas Jaringan GUSDURian atas kerja samanya.
“Atas nama UNU (Yogyakarta), kami ucapkan terima kasih atas kerja samanya dengan Gusdurian, mudah-mudahan acaranya berjalan dengan baik, ” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Purwo Santoso, Rektor pertama UNU Yogyakarta, dalam sambutanya sebagai Keynote Speaker mengungkapkan Gus Dur merupakan sosok yang mampu memadukan keilmuan pesantren dengan ilmu nonpesantren.
“Dari Gus Dur, kita belajar bagaimana menjadi pemain (yang berperan dalam dunia) global dengan keilmuannya,” ujar Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada itu.
KH. Ulil Abshar Abdalla, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang bertindak sebagai nara sumber dalam kesempatan ini menjelaskan bahwa ilmu yang dipakai Gus Dur dalam gagasan dan gerakannya adalah ilmunya para kiai yang juga dipakai semboyan Nahdlatul Ulama, yaitu “al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah“
