“Kaidah al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah atau merawat barang lama yang baik dan mengambil barang baru yang lebih baik adalah ilmunya para kiai NU, ” ujar Gus Ulil, panggilan akrabnya.

Gus Ulil menambahkan, kaidah yang bersumber dari QS Ibrahim ayat 24 ini dipakai Gus Dur dalam kehidupan dan perilaku sehari-harinya.

“Ketika kita pelajari perilaku, pikiran serta tindakan-tindakanya, maka bisa diringkas Gus Dur ini ashluha tsabitun (akarnya kuat) serta wa faruha fi as-sama (cabangnya ke langit, ” pungkas pendiri dan pengasuh Ghazalia College.
Kegiatan yang bertempat di Aula Terpadu Kampus UNU Yogyakarta yang baru ini diikuti oleh ratusan peserta, mulai dari mahasiswa dari UNU maupun kampus sekitarnya, masyakarat umum, serta ada juga beberapa peserta dari Lintas Iman, mulai Kristen, Konghucu, serta lainya.
