Hari Anti Narkoba Internasional di Majelis Nyala Purnama 

Sementara, dalam sesi diskusi, Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI dr. Bina Ampera Bukit, M.Kes menegaskan bahwa keluarga menjadi benteng pencegahan narkoba.

“Secercah harapan itu ada pada kita, yaitu meningkatkan ketahanan keluarga sebagai benteng pencegahan terhadap bahaya narkoba, namun apabila masih gagal , rehabilitasi adalah benteng terakhir,” ungkapnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Kebudayaan UI Dr. Ngatawi Al Zastrouw mengibaratkan narkoba seperti virus. Ia akan menyerang saat imunitas tubuh lemah dan rentan. Demikian sebaliknya, kalau imunitas tubuh kuat, maka dia tidak akan bisa menyerang.

Artinya, narkoba akan sulit masuk pada diri atau masyarakat yang memiliki imunitas kultural tinggi. Untuk menanggulangi dan mencegah korban narkoba, selain mengobati yang sudah terserang (kuratif) dan melumpuhkan virusnya, perlu juga dilakukan strategi penguatan imunitas diri dan masyarakat agar dapat menangkal virus narkoba (preventif).

“Dalam konteks ini, strategi gerakan kebudayaan menjadi penting dan vital,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan